Tugas 2 Etika Profesi

Jelaskan berbagai organisasi Profesi beserta kode etik profesinya yang relevan dengan bidang Teknik Indsutri baik regional maupun global (Minimal 5)

 Beberapa organisasi disiplin teknik industri:

  • The American Society of Mechanical Engineer (1910)
  • Management Science (1912)
  • Taylor Society (1916)
  • The Society of Industrial Engineer (1920)
  • The American Management Assosiation (1922)
  • Taylor Society and Society of Industrial Engineering dikombinasikan membentuk “The Society for Advacement of Management“ (1936)
  • The American Institute of Industrial Engineering” (AIIE)

Lembaga ini didirikan pada 1948 dan disebut American Institute of Industrial Engineers sampai 1981 mengubah namanya dari AIIE menjadi IIE. Dengan mengeluarkan kata “American” institut ini menyatakan dirinya sebagai organisasi internasional.  Institute of Industrial Engineers (IIE) adalah lembaga profesional yang berdedikasi semata-mata untuk mendukung profesi teknik industri dan individu yang terlibat dengan meningkatkan kualitas dan produktivitas, ketika nama ini diubah untuk mencerminkan basis keanggotaan internasionalnya. Anggotanya termasuk mahasiswa dan kaum profesional. IIE menyelenggarakan konferensi regional dan nasional tahunan di Amerika Serikat. IIE bermarkas di Amerika Serikat di Norcross, Georgia, pinggiran yang terletak di timur laut Atlanta. IIE memiliki anggota 80 negara di seluruh dunia

  • Persatuan Insinyur Indonesia (PII)

Persatuan Insinyur Indonesia atau disingkat PII (dalam bahasa Inggris The Institution of Engineers Indonesia – IEI) adalah organisasi profesi yang didirikan di Kota Bandung pada tanggal 23 Mei 1952 untuk menghimpun parainsinyur atau sarjana teknik di seluruh Indonesia. Kode etik dari PII adalah sebagai berikut.

 

CATUR KARSA, PRINSIP-PRINSIP DASAR

Mengutamakan keluhuran budi.

Menggunakan pengetahuan dan kemampuannya untuk kepentingan kesejahteraan umat manusia.

Bekerja secara sungguh-sungguh untuk kepentingan masyarakat, sesuai dengan tugas dan tanggung jawabnya.

Meningkatkan kompetensi dan martabat berdasarkan keahlian profesional keinsinyuran.

 

  • Persatuan Insinyur Indonesia (PII)

Didirikan berdasarkan dan didorong oleh keinginan yang luhur untuk menghimpun, membina dan mengembangkan potensi dan daya kreasi daripada segenap Tenaga Teknik Indonesia dalam rangka mewujudkan tatanan masyarakat yang adil dan makmur didalam wadah negara kesatuan republik Indonesia”. Asosiasi Tenaga Teknik Indonesia (ASTTI) didirikan pada tanggal 31 Oktober 2003 di kota Bandung Provinsi Jawa Barat dengan wilayah kerja di seluruh Indonesia.Sejak disahkannya undang-undang nomor 18 tahun 1999 tentang jasa konstruksi yang diikuti dengan terbitnya peraturan pemerintah nomor 28 tahun 2000 tentang usaha dan peran serta masyarakat jasa konstruksi, peraturan pemerintah nomor 29 tahun 2000 tentang penyelenggaraan jasa konstruksi, dan peraturan pemerintah nomor 30 tahun 2000 tentang pnyelenggaraan pembinaan jasa konstruksi, maka pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia dibidang jasa konstruksi dapat ditingkatkan dan diarahkan menurut ke-khasan bidang/lingkup kompetensi keahliannya. Standar kompetensi ahli/terampil tenaga pelaksana jasa konstruksi digunakan sebagai acuan bagi setiap orang yang bermaksud untuk memperoleh sertifikat, dimana bersangkutan akan diakui kompetensinya dibidang keteknikan sesuai dengan keahlian dan keterampilannya standar kelayakan menjadi pedoman bagi asosia tenaga teknik indonesia (ASTTI) dalam rangka melakukan proses sertifikasi bagi para anggotanya.

 Kegiatan Organisasi

Kualitas Tenaga Teknik merupakan factor yang berpengaruh signifikan terhadap kualitas fisik proyek konstruksi. Sertifikasi Tenaga Teknik oleh Badan Sertifikasi semacam ASTTI adalah upaya pembinaan anggota dan pengendalian tenaga teknik pada Badan Usaha konstruksi agar memiliki standar kompetensi sesuai dengan yang ditentukan (SKKNI), merupakan persyaratan wajib bagi operasional Badan Usaha yang dikenakan pada Penanggung Jawab Teknik (PJT)nya. Payung Hukum dalam melaksanakan sertifikasi adalah dan PP 28 th. 2000 tentang Usaha dan Peran Serta Masyarakat Jasa Konstruksi sebagai implementasi dari UU Jasa Konstruksi No.18 th. 1999, landasan operasional ASTTI diperoleh melalui penetapan Akreditasi oleh LPJK. Hingga sekarang tercatat hampir 38.000 tenaga teknik tersebar di 27 propinsi tergabung sebagai anggota di DPD ASTTI terkait dan telah memperoleh sertifikat ASTTI, berupa Sertifikat tenaga terampil (SKTK) dan Sertifikat tenaga Ahli (SKA). Berdasarkan jumlah anggotanya ASTTI merupakan asosiasi terbesar dibanding organisasi sejenis lainnya di Indonesia yang pada saat ini mencapai 25 Badan Sertifikasi.

Kode Etik ASTTI

Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai dasar Fundamental untuk mewujudkan manusia yang berjiwa Pancasila serta memiliki kesadaran Nasional yang tinggi, tunduk kepada perundang-undangan & peraturan yang berlaku serta menghindarkan diri dari perbuatan melawan hukum.

Tanggap terhadap kemajuan & senantiasa memelihara serta meningkatkan Kemampuan Teknis, Mutu, Keahlian & Pengabdian profesinya seiring dengan perkembangan teknologi.

Penuh rasa tanggung jawab serta selalu berusaha untuk meningkatkan pemahaman mengenai teknologi dan penerapannya yang tepat sebagai tuntutan dari keprofesionalan.

Disiplin serta berusaha agar pekerjaan yang dilaksanakannya dapat berdaya guna dan berhasil guna melalui proses persaingan yang sehat serta menjauhkan diri dari praktek/tindakan tidak terpuji yang mengakibatkan kerugian pihak lain.

Adil, Tegas, Bijaksana dan Arif serta Dewasa dalam membuat keputusan-keputusan keteknisan dengan berpedoman kepada Keselamatan, Keamanan, Kesehatan, Lingkungan, serta Kesejahteraan Masyarakat.

 

Sumber:

http://eprints.binadarma.ac.id/1576/1/PENGANTAR%20TEKNIK%20INDUSTRI%20MATERI%202.ppt

http://pii.or.id/kode-etik

http://www.pubinfo.id/instansi-594-astti–asosiasi-tenaga-teknik-indonesia–.html

http://www.astti.or.id