Permasalahan Indonesia

Negara Indonesia merupakan negara kepulauan yang mempunyai bermacam-macam suku bangsa dan dapat dikatakan beranekaragam adat istiadat. Keanekaragaman ini dapat dianggap suatu kelebihan yang dimiliki oleh Indonesia namun terkadang keanekaragaman ini dapat menjadi akibat terjadinya masalah-masalah karena terdapat perbedaan satu dengan yang lain. Contohnya terkadang dapat terjadi perperangan antar suku atau antar desa di pelosok atau bagian Indonesia yang menimbulkan kerugian baik materi atau kerugian moral. Hal ini dapat terjadi karena kurangnya kontrol dari pemerintahan terhadap warga negaranya pemerintah terlalu memberikan kebebasan tanpa batasan-batasan yang jelas, dengan memberikan kebebasan yang harusnya memberi dampak positif namun malah menjadi dampak buruk karena disalah gunakan oleh masyarakat. Hal ini dapat dibuktikan dengan semakin maraknya peredaran narkoba di Indonesia sendiri pemerintah seakan tidak peduli atau dapat dikatakan bahwa seakan membiarkan hal tersebut terjadi, bahkan di zaman sekarang peredaran narkoba dapat terjadi di dalam lapas-lapas penjara yang seharusnya menjadi sebuah tempat penghukuman, namun peredaran narkoba pun didukung dengan kebebasan yang disalah gunakan oleh masyarakat sendiri. Narkoba dapat dihilangkan jika tidak ada pengguna-pengguna narkoba itu sendiri, para pengguna narkoba ini dapat terus bertambah karena kurangnya pengendalian moral yang diberikan oleh orang tua. Selain dari pada pemberian kebebasan yang terlalu bebas dari para orang tua seseorang dapat bias menjadi pencandu narkoba karena banyak faktor, faktor yang dimaksud yang dimaksud adalah sebagai berikut : (http://nasrularul0.blogspot.com/2013/04/masalah-sosial-dan-cara-mengatasinya.html)
1. Keadaan dan kondisi keluarga.
Keharmonisan keluarga ikut menentukan mudahnya seseorang terkena narkoba atau tidak. Keluarga yang kurang harmonis, baik antara suami-istri, orang tua-anak, serta anggota keluarga yang lain, sangat memudahkan anggotanya terpikat oleh narkoba. Untuk pencegahan, ciptakan kehidupan keluarga yang harmonis!
2. Kurang perhatian.
Perhatian tidak cukup hanya dalam bentuk materi saja, tetapi perlu empati. Untuk pencegahan, bina perhatian dan kepedulian antar anggota keluarga!
3. Kurangnya komunikasi antarkeluarga.
Hal ini menyebabkan anggota keluarga mencari orang lain (bukan keluarga) untuk melepaskan segala permasalahan yang dialaminya. Untuk pencegahan, perbaiki komunikasi dalam keluarga!
4. Kurang kesatuan.
Kurangnya kesatuan dalam keluarga membuat ikatan keluarga menjadi longgar. Dengan demikian, masing-masing anggota keluarga akan mencari pelampiasan di tempat lain. Untuk pencegahan, ajak setiap anggota keluarga rutin berdoa dan aktif bergereja!
5. Orang tua yang otoriter.
Orang tua yang selalu mengatur dan memaksakan kehendak, baik dalam menentukan pendidikan atau hal-hal lain, membuat anggota keluarga — anak merasa tidak bebas. Anggota keluarga akan mencari pelampiasan kepada hal/orang lain. Untuk pencegahan, ciptakan suasana keluarga yang terbuka, demokratis, dan ajarkan kepada anak, agar berani mengemukakan pendapat dan berani mengatakan TIDAK untuk hal/benda-benda asing/negatif (Say No to Drugs).
6. Terlalu menuntut prestasi anak.
Orang tua yang terlalu menuntut, bisa memicu timbulnya kejengkelan bagi anggota keluarga. Apabila mereka yang dituntut tidak sanggup memenuhi tuntutan tersebut, maka mereka bisa merasa depresi dan lari ke narkoba. Untuk pencegahan, berikan kebebasan anggota keluarga mengemukakan pendapat dan hargai pendapat mereka!
7. Terlalu memanjakan anggota keluarga.
Kebiasaan menuruti semua kemauan anak tidak baik. Untuk pencegahan, jangan memanjakan siapa pun dalam keluarga dan hindarkan kebebasan yang tidak bertanggung jawab!

Oleh sebab itu solusi yang dapat digunakan adalah memberikan batasan-batasan atau aturan-aturan yang lebih lagi oleh pemerintah agar masyarakat lebih diperhatikan dan dijaga. Namun di era reformasi ini sebagian dari pemerintahan tidak menjalankan fungsinya dengan baik, pemerintah malah mementingkan keuntungannya pribadi, banyak dari anggota pemerintah tidak lagi bertindak jujur akibatnya terjadi berbagai tindak korupsi yang sangat merugikan bangsa ini. Akibat dari korupsi ini sendiri dapat merugikan anggaran negara, banyak sekali akibat yang timbul dari kurangnya anggaran negara. Akibat yang timbul contohnya sarana dan pra sarana yang tidak dapat dijaga misalnya jalanan tol yang rusak tidak segera mendapatkan perbaikan, dengan jalan tol yang rusak mungkin dapat menjadi sebuah kecelakaan yang dapat mengakibatkan kematian.
Jadi permasalahan utama dari hampir setiap negara khususnya Indonesia adalah pertumbuhan moral yang kurang dibandingkan dengan pertumbuhan ekonominya. Sehingga negara harus lebih memerhatikan pendidikan moral bagi bangsa dan warganya sehingga untuk masa depan lebih baok lagi. Karena pendidikan moral penting agar dapat mengendalika diri dengan kebebasan yang ada sehingga tidak menggunakannya dengan keliru karena kebebasan dapat memberikan aspek yang positif juga.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s