Penyadapan

Perkembangan zaman yang terus diikuti dengan berkembangnya teknologi menimbulkan berbagai dampak. Ada dampak yang positif dan ada juga yang negatif. Banyak negara maju yang memanfaatkan berkembangnya teknologi dengan berbagai cara. Salah satunya dengan memanfaatkan teknologi untuk melakukan penyadapan kepada negara-negara yang lain. Ada yang menganggap penyadapan adalah hal yang biasa dan wajar, sewajar seperti hidup bertetangga yang dimaklumi jika tetangga ingin tahu apa yang dilakukan tetangga sebelah. Pendapat terakhir ini adalah kira-kira suara pendukung partai koalisi yang sedang berkuasa. Akhir-akhir ini kita sering disuguhi berita tentang penyadapan melalui dunia maya. berbagai kasus penyadapan yang baru terjadi yaitu kasus penyadapan yang dilakukan oleh Amerika ataupun kasus penyadapan yang dilakukan oleh Australia. Contohnya Situs berita http://www.theguardian.com melaporkan pemberitaan wartawan mereka Ewen Mac Askill yang berdomisili di New York serta Lenore Taylor yang berdomisili di Canberra, Australia berjudul “Revealed : Australia Tried To Monitor Indonesian President’s Phone” tertanggal 18 November 2013 yang disebarluaskan melalui alamat link http ://www.theguardian.com/world/interactive/2013/nov/18/slides-australian-yudhoyono-phone-indonesia. Pemberitaan tersebut intinya memuat laporan whistle blower Edward Snowden bahwa dokumen penyadapan tersebut dilakukan pada November 2009, bahkan berita tersebut juga memuat slide-slide berisi alur penyadapan, nama-nama yang disadap dll. Nama-nama lainnya yang terinformasi dari The Guardian disadap antara lain, Jusuf Kalla (saat penyadapan sebagai Wapres), Sri Mulyani Indrawati (saat penyadapan sebagai Menkeu), Andi Mallarangeng (saat penyadapan sebagai Jubir Presiden), Sofyan Djalil (saat penyadapan sebagai Meneg BUMN), Hatta Radjasa (Mensesneg), Dino Patti Djalal (Jubir Kepresidenan), dan Widodo Adi Sucipto (saat penyadapan sebagai Panglima TNI). Sebelumnya, berita penyadapan juga dimuat di surat kabar Sydney Morning Herald edisi 26 Juli 2013 menyatakan, pemberitaan tersebut hanyalah untuk keuntungan pihak Australia dengan menyebut sebagai “excellent intelligence support” dan “much information” atas informasi yang diberikan Inggris dan AS, khususnya informasi terkait Indonesia (SBY), India (Manmoham Singh) dan Cina (Hu Jintao). Keuntungan tersebut terutama untuk para diplomat Australia dalam kampanye untuk mendapatkan kursi di DK PBB. Sebenarnya tidak disebutkan kekhususan Indonesia, hanya saja pihak Australia menyebutkan “a priority for us, always”. Berita yang hampir sama dimuat di Global Post dalam edisi 16 Juni 2013 dan The Guardian pada 16 Juni 2013. Penyadapan yang dilaporkan The Guardian dan Australian Broadcasting Corporation bisa dikatakan sebagai sebuah tindakan yang cukup memalukan, culas dan tidak elok untuk dilakukan dalam konteks hubungan diplomatik yang sehat. Penyadapan ini dalam perspektif intelijen dipicu faktor potensi besar yang dimiliki Indonesia terutama terkait dengan kebangkitan abad ke-21 yang disebut dengan kebangkitan Asia Pasifik, dimana negara yang menjadi episentrum dari kebangkitan tersebut adalah Indonesia. Berbagai pendapat muncul akibat penyadapan ini.
Terkait dengan penyadapan, Pemerintah Indonesia sudah menunjukkan respons dan sikap yang tegas dengan indikasi antara lain : pertama, Pemerintah kemungkinan membuka opsi untuk mengevaluasi berbagai kerjasama, khususnya bidang informasi dan intelijen dengan AS maupun Australia. Kedua, Pemerintah Indonesia menaruh perhatian serius terhadap isu penyadapan. Sebagai negara yang berdaulat, Indonesia memberikan sinyal yang tegas bahwa penyadapan selain melanggar etika diplomasi, dapat dimaknai sebagai agresi terhadap kedaulatan.Jika kita cermati upaya yang telah ditempuh, sesungguhnya tidak cukup alasan untuk melihat bahwa pemerintah Indonesia terlalu lunak dalam merespons isu penyadapan yang dilakukan oleh AS, Australia atau bahkan siapapun yang melakukannya. Sikap pemerintah Indonesia telah menunjukan kematangan dalam diplomasi luar negeri dan dapat disandingkan dengan respons negara-negara Eropa yang juga menjadi korban penyadapan yang dilakukan oleh Badan Keamanan Nasional Amerika Serikat. Oleh karena itu, pemerintah tidak perlu merespons provokasi politik yang justru kontraproduktif dengan langkah yang telah ditempuh.
Ya itulah implikasi kehidupan modern, sekalipun misalnya anda ingin menjauhi perangkat modern dengan hidup didunia yang paling terpencil diatas permukaan bumi ini, tanpa hape, tanpa komputer dan tanpa peralatan komunikasi apapun anda tetap akan bisa di awasi! Di atas langit sudah terpasang ratusan atau bahkan ribuan satelit canggih yang sanggup mendeteksi detak jantung hingga darah yang mengalir ditubuh anda, dan dengan detail yang akurat sanggup mendeskripsikan apakah objek objek yang bergerak di dalam rimba itu seekor binatang ataukah seorang manusia dengan sistem syaraf yang rumit.
Begitu berbahaya jika Kita harus melindungi privasi kita. Para teroris mulai menyadari ini, mereka mula mulai belajar hack dan mengcounter usaha penyadapan terhadap kegiatan mereka oleh pihak pihak atau negara negara tertentu. Edward Snowden, anak muda asal amerika yang kini telah menjadi buron mencoba menjelaskan kepada dunia betapa pentingnya melindungi privasi dengan teknologi pula. Isu penyadapan oleh NSA akan berkembang semakin canggih dari waktu kewaktu, melampaui apa yang sanggup dibayangkan oleh orang kebanyakan. Penyadapan itu sendiri mengancam keharmonisan hubungan Internasional. Bahkan rekayasa software pengintai terbaru mampu menghidupkan webcam anda tanpa anda sadari, baik melalui webcam laptop, PC, hingga kamera depan ponsel dan tablet anda!
kita harus terus mengembangkan teknologi di bidang ini untuk dapat melindungi privasi negara yang menjadi asset penting negara jika hal ini tidak ditanggapi dengan serius maka banyak kemungkinan buruk yang nantinya tidak dapat dicegah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s