Kasus Sumber Daya Alam

Kelangkaan adalah kondisi di mana kita tidak mempunyai cukup sumber daya untuk memuaskan semua kebutuhan kita. Dengan singkat kata kelangkaan terjadi karena jumlah kebutuhan lebih banyak dari jumlah barang dan jasa yang tersedia.. Kelangkaan bukan berarti segalanya sulit diperoleh atau ditemukan. elangkaan juga dapat diartikan alat yang digunakan untuk memuaskan kebutuhan jumlahnya tidak seimbang dengan kebutuhan yang harus dipenuhi. Kelangkaan mengandung dua pengertian: Alat pemenuhan kebutuhan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan atau untuk mendapatkan alat pemuas kebutuhan memerlukan pengorbanan yang lain.

as

Alam memang menyediakan sumber daya yang cukup melimpah. Namun, tetap saja jumlahnya terbatas, apalagi jika manusia mengolahnya secara sembarangan. Walaupun sumber daya tersebut dapat diperbaharui atau tersedia secara bebas, tetap saja akan berkurang dan lama-kelamaan akan habis atau dapat disebabkan perubahan iklim yang terjadi dapat membuat sumber daya itu menjadi langka. Dalam kelangkaan sumber daya ini dapat menyebabkan konflik atau masalah baik secara ekonomi maupun sosial. Seperti misalnya dalam tulisan dari Jefferet Mazo “Darfur: The First Modern Climate Change Conflict”(2009) dan tulisan Jurgan Scheffran (2011). Di dalam tulisannya, Mazo menjelaskan bahwa konflik antara kelompok petani kulit hitam dan kelompok penggembala arab yang terjadi di Darfur disebabkan oleh perebutan akses terhadap air dan tanah yang subur, sebagai salah satu efek dari perubahan iklim (baik itu yang jangka panjang maupun jangka pendek). Wilayah Darfur, pada dasarnya merupakan wilayahyang tergolong sebagai Sahel atau wilayah transisi antara Gurun Sahara di sebelah utara BenuaAfrika dengan wilayah Savana yang lebih lembab dan subur di sebelah selatan Benua Afrika sehingga kondisi tanahnya memang tidak terlalu subur. Pada awal tahun 2000-an curah hujan di Darfur menurun, sehingga kondisi tanah menjadi semakin buruk, bahkan mengarah pada desertifikasi wilayah Darfur. Para petani yang mengalami kegagalan panen akibat kekeringan, membutuhkan lahan baru yang lebih subur untuk penanaman. Sedangkan kelompok penggembala pun membutuhkan lahan untuk mendukung perkembangan populasi hewan gembalanya. Hal tersebut kemudian menimbulkan kompetisi di antara dua kelompok untuk mendapatkan sumber daya bagi kelangsungan hidup mereka. Pada tahun 2003, kelompok penggembala melancarkan serangan kepada kelompok petani dengan dukungan militan Arab(Janjaweed), sehingga kompetisi tersebut pun pecah menjadi sebuah konflik.

Selain itu dalam tulisan Jurgen Scheffran, “Security Risks and Conflicts of Climare Change and Natural Resource Scarcity: Issues of Future Research” (2011). Pada dasarnya Scheffran lebih mengorientasikan tulisannya pada kawasan Eropa, namun ia juga membahas secara spesifik mengenai keterkaitan perubahan iklim dengan konflik sosial.

Scheffran secara rinci menjelaskan bagaimana perubahan iklim dapatmenyebabkan konflik antar manusia. Pertama-tama, perubahan ubahan iklim menimbulkandegradasi kualitas lingkungan hidup, sehingga terjadi kelangkaan sumber daya alam (sebagaidasar dari kebutuhan hidup manusia. Hal ini kemudian menimbulkan adanya dinamika populas, baik itu berupa migrasi, tekanan populasi, atau bahkan perpindahan lahan bercocok tanam. Darisana, kita harus memerhatikan keadaan sosial-ekonomi serta politik di wilayah tersebut apakahfaktor-faktor itu cukup mapan dan memiliki kapabilitas untuk dapat menanggulangi hal tersebut atau tidak. Jika iya, maka kemungkinan besar masalah terkait dinamika populasi dapat teratasidan permasalahan utama dari perubahan iklim kembali berkisar pada pengaruhnya terhadap kebutuhan manusia. Tetapi jika tidak, maka dinamika populasi akan berpotensi menimbulkan instabilitas politik, yang kemudian memunculkan motivasi utuk berkonflik dan dapat mengarah resiko konflik bersenjata.

Cara untuk mengatasi masalah keterbatasan sumber daya mungkin dapat dilakukan dengan cara berikut:

  • Menghemat penggunaan sumber daya alam
  • Memelihara dan melestarikan sumber daya alam dengan baik
  • Menciptakan alat pemuas/barang pengganti (barang substitusi)
  • Meningkatkan pengelolaan berbagai macam sumber daya alam, sehingga lebih bermanfaat bagi kehidupan manusia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s