budaya dan adat istiadat Bangka

Kepulauan Bangka Belitung

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terdiri dari dua pulau utama yaitu Pulau Bangkadan Pulau Belitung serta pulau-pulau kecil seperti P. Lepar, P. Pongok, P. Mendanau dan P. Selat Nasik, total pulau yang telah bernama berjumlah 470 buah dan yang berpenghuni hanya 50 pulau. Bangka Belitung terletak di bagian timur Pulau Sumatera, dekat dengan Provinsi Sumatera Selatan. Bangka Belitung dikenal sebagai daerah penghasil timah, memiliki pantai yang indah dan kerukunan antar etnis. Ibu kota provinsi ini ialah Pangkalpinang. Pemerintahan provinsi ini disahkan pada tanggal 9 Februari2001. Setelah dilantiknya Pj. Gubernur yakni H. Amur Muchasim, SH (mantan Sekjen Depdagri) yang menandai dimulainya aktivitas roda pemerintahan provinsi.

Selat Bangka memisahkan Pulau Sumatera dan Pulau Bangka, sedangkan Selat Gaspar memisahkan Pulau Bangka dan Pulau Belitung. Di bagian utara provinsi ini terdapat Laut Cina Selatan, bagian selatan adalah Laut Jawa dan Pulau Kalimantan di bagian timur yang dipisahkan dari Pulau Belitung oleh Selat Karimata.

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebelumnya adalah bagian dari Sumatera Selatan, namun menjadi provinsi sendiri bersamaBanten dan Gorontalo pada tahun 2000. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung didirikan berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2000 Tentang Pembentukan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tanggal 21 November 2000 yang terdiri dari Kabupaten Bangka, Kabupaten Belitung dan Kota Pangkalpinang. Pada tahun 2003 berdasarkan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2003 tanggal 23 Januari 2003 dilakukan pemekaran wilayah dengan penambahan 4 kabupaten yaitu Bangka Barat, Bangka Tengah, Bangka Selatan dan Belitung Timur. Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan pemekaran wilayah dari Provinsi Sumatera Selatan.

 

Sejarah

Wilayah Propinsi Kepulauan Bangka Belitung, terutama Pulau Bangka berganti-ganti menjadi daerah taklukan Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit. Setelah kapitulasi dengan Belanda, Kepulauan Bangka Belitung menjadi jajahan Inggris sebagai “Duke of Island”. 20 Mei 1812 kekuasaan Inggris berakhir setelah konvensi London 13 Agustus 1824, terjadi peralihan kekuasaan daerah jajahan Kepulauan Bangka Belitung antara MH. Court (Inggris) dengan K. Hcyes (Belanda) di Muntok pada 10 Desember 1816. Kekuasaan Belanda mendapat perlawanan Depati Barin dan putranya Depati Amir yang di kenal sebagai perang Depati Amir (1849-1851). Kekalahan perang Depati Amir menyebabkan Depati Amir diasingkan ke Desa Air Mata Kupang NTT. Atas dasar stbl. 565, tanggal 2 Desember 1933 pada tanggal 11 Maret 1933 di bentuk Resindetil Bangka Belitung Onderhoregenheden yang dipimpin seorang residen Bangka Belitung dengan 6 Onderafdehify yang di pimpin oleh Ast. Residen. Di Pulau Bangka terdapat 5 Onderafdehify yang akhirnya menjadi 5 Karesidenan sedang di Pulau Belitung terdapat 1 Karesidenan. Di zaman Jepang, Karesidenan Bangka Belitung di perintah oleh pemerintahan Militer Jepang yang disebut Bangka Beliton Ginseibu. Setelah Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia, oleh Belanda di bentuk Dewan Bangka Sementara pada 10 Desember 1946 (stbl.1946 No.38) yang selanjutnya resmi menjadi Dewan Bangka yang diketuai oleh Musarif Datuk Bandaharo Leo yang dilantik Belanda pada 11 November 1947. Dewan Bangka merupakan Lembaga Pemerintahan Otonomi Tinggi. Pada 23 Januari 1948 (stb1.1948 No.123), Dewan Bangka, Dewan Belitung dan Dewan Riau bergabung dalam Federasi Bangka Belitung dan Riau (FABERI) yang merupakan suatu bagian dalam Negara Republik Indonesia Serikat (RIS). Berdasarkan Keputusan Presiden RIS Nomor 141 Tahun 1950 kembali bersatu dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) hingga berlaku undang-undang Nomor 22 Tahun 1948. Pada tanggal 22 April 1950 oleh Pemerintah diserahkan wilayah Bangka Belitung kepada Gubernur Sumatera Selatan Dr. Mohd. lsa yang disaksikan oleh Perdana Menteri Dr. Hakim dan Dewan Bangka Belitung dibubarkan. Sebagai Residen Bangka Belitung ditunjuk R. Soemardja yang berkedudukan di Pangkalpinang.Berdasarkan UUDS 1950 dan UU Nomor 22 Tahun 1948 dan UU Darurat Nomor 4 tanggal 16 November 1956 Karesidenan Bangka Belitung berada di Sumatera Selatan yaitu Kabupaten Bangka dan dibentuk juga kota kecil Pangkalpinang. Berdasarkan UU Nomor 1 Tahun 1957 Pangkalpinang menjadi Kota Praja. Pada tanggal 13 Mei 1971 Presiden Soeharto meresmikan Sungai Liat sebagai ibukota Kabupaten Bangka. Berdasarkan UU Nomor 27 Tahun 2000 wilayah Kota Pangkalpinang, Kabupaten Bangka dan Kabupaten Belitung menjadi Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Selanjutnya sejak tanggal 27 Januari 2003 Provinsi Kepualauan Bangka Belitung mengalami pemekaran wilayah dengan menambah 4 Kabupaten baru yaitu Kabupaten Bangka Barat, Bangka Tengah, Belitung Timur dan Bangka Selatan.

 

Keagamaan

Penduduk Kepulauan Bangka Belitung merupakan masyarakat yang beragama dan menjunjung tinggi kerukunan beragama. Tempat peribadatan agama di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ada sebanyak 730 masjid, 454 musala, 115 langgar, 87 gereja protestan, 30 gereja katolik, 48 vihara dan 11 centiya. Pada pemberangkatan haji tahun 2007 jumlah jemaah haji yang terdaftar dan diberangkatkan ke tanah suci sebanyak 1012 jemaah.

 

Kebudayaan dan Adat Istiadat Bangka

Bangka  dikenal dengan pantainya , namun Bangka pun mempunyai keragaman budaya. Dari budaya lokal hingga budaya “Import” yang dibawa para pendatang. Keragaman budaya inilah yang belakangan menjadi aset penting untuk mengembangkan pariwisata dalam Bangka.

Pulau Bangka dikelilingi lautan, laksana surga-surga bagi para nelayan. Karena itu sebagian besar penduduk bekerja sebagai nelayan. Dalam perkembangannya, latar belakang masyarakat Bangka yang sebagian besar nelayan itu, ternyata turut mempengaruhi pertumbuhan kebudayaan lokal. Meski saat ini pola hidup masyarakat Bangka telah mulai bergeser, kebudayaan lokal yang mengandung unsur nelayan masih tetap kental mewarnai sendi-sendi kehidupan masyarakatnya. Paling tidak saat ini ada dua event budaya besar yang berhubungan dengan nelayan, yakni, upacara rebo kasan dan buang jong. Selain itu ada ritual-ritual budaya yang dipengaruhi unsur religi, sementara pertunjukan kesenian Barongsai mewakili kebudayaan masyarakat pendatang (Tionghoa)

Tapi diantara banyak ritual budaya di Bangka, upacara sepintu sedulang boleh jadi memiliki makna yang khusus. Inilah ritual yang menggambarkan persatuan masyarakat Bangka.

Sepintu Sedulang

Kata sepintu sedulang adalah semboyan dan motto masyarakat Bangka yang bermakna adanya persatuan dan kesatuan serta gotong royong. Ritual ini adalah satu kegiatan penduduk pulau Bangka pada waktu pesta kampung membawa dulang berisi makanan untuk dimakan tamu tau siapa saja di balai adat. Dari ritual ini, tercermin betapa masyarakat Bangka menjujung tinggi rasa persatuan dan kesatuan serta gotong royong, bukan hanya dilaksanakan penduduk setempat melainkan juga dengan para pendatang.

Jiwa gotong royong masyarakat Bangka cukup tinggi. Warga masyarakat akan mengulurkan tangannya membantu jika ada anggota warganya memerlukanya. Semua ini berjalan dengan dilandasi jiwa Sepintu Sedulang. Jiwa ini dapat disaksikan, misalnya pada saat panen lada, acara-acara adat, peringatan hari-hari besar keagamaan, perkawianan dan kematian. Acara ini lebih dikenal dengan sebutan “Nganggung”, yaitu kegiatan setiap rumah mengantarkan makanan dengan menggunakan dulang, yakni baki bulat besar.

Selain itu juga ada berbagai macam kebudayaan dan adat istiadat bangka antara lain :

Bangka mempunyai kain khas untuk daerahnya yaitu Kain Cual

Rumah Adat

Rumah Panggung

Secara umum arsitektur di Kepulauan Bangka Belitung berciri Arsitektur Melayu seperti yang ditemukan di daerah-daerah sepanjang pesisir Sumatera dan Malaka.

Di daerah ini dikenal ada tiga tipe yaitu Arsitektur Melayu Awal, Melayu Bubung Panjang dan Melayu Bubung Limas. Rumah Melayu Awal berupa rumah panggung kayu dengan material seperti kayu, bambu, rotan, akar pohon, daun-daun atau alang-alang yang tumbuh dan mudah diperoleh di sekitar pemukiman.

Bangunan Melayu Awal ini beratap tinggi di mana sebagian atapnya miring, memiliki beranda di muka, serta bukaan banyak yang berfungsi sebagai fentilasi. Rumah Melayu awal terdiri atas rumah ibu dan rumah dapur yang berdiri di atas tiang rumah yang ditanam dalam tanah.

Berkaitan dengan tiang, masyarakat Kepulauan Bangka Belitung mengenal falsafah 9 tiang. Bangunan didirikan di atas 9 buah tiang, dengan tiang utama berada di tengah dan didirikan pertama kali. Atap ditutup dengan daun rumbia. Dindingnya biasanya dibuat dari pelepah/kulit kayu atau buluh (bambu). Rumah Melayu Bubung Panjang biasanya karena ada penambahan bangunan di sisi bangunan yang ada sebelumnya, sedangkan Bubung Limas karena pengaruh dari Palembang. Sebagian dari atap sisi bangunan dengan arsitektur ini terpancung. Selain pengaruh arsitektur Melayu ditemukan pula pengaruh arsitektur non-Melayu seperti terlihat dari bentuk Rumah Panjang yang pada umumnya didiami oleh warga keturunan Tionghoa. Pengaruh non-Melayu lain datang dari arsitektur kolonial, terutama tampak pada tangga batu dengan bentuk lengkung.

 

Atraksi/ Event Budaya

Senjata tradisional Bangka

  • Parang bangka bentuknya seperti layar kapal. Alat ini digunakan terutama untuk perkelahian jarak pendek. Senjata ini mirip dengan golok di Jawa, namun ujung parang ini dibuat lebar dan berat guna meningkatkan bobot supaya sasaran dapat terpotong dengan cepat. Parang yang berdiameter sedang atau sekitar 40 cm juga dapat digunakan untuk menebang pohon karena bobot ujungnya yang lebih besar dan lebih berat.
  • Kedik adalah alat tradisional yang digunakan sebagai alat pertanian. Alat ini digunakan di perkebunan terutama di kebun lada. Dalam menggunakannya si pemakai harus berjongkok dan bergerak mundur atau menyamping. Alat ini digunakan dengan cara diletakkan pada tanah dan ditarik ke belakang. Alat ini efektif untuk membersihkan rumput pengganggu tanaman lada. Kedik biasanya digunakan oleh kaum wanita karena alatnya kecil dan relatif lebih ringan. Kedik hanya dapat digunakan untuk rumput jenis yang kecil atau rumput yang tumbuh dengan akar yang dangkal, bukan ilalang.
  • Siwar Panjang

Alat musik dan tarian tradisional

Masakan /makanan tradisional

  • Lempah kuning adalah masakan khas dari Pulau Bangka. Bahan dasar makanan ini adalah ikan laut dan dapat juga memakai daging, yang kemudian diberi bermacam bumbu dapur seperti kunyit, bawang merah dan putih serta lebngkuas dan terasi atau belacan yang khas dari daerah Bangka.
  • Song Sui adalah merupakan kuliner khas bangka belitung yang dimasak dengan menggunakan daging Babi beserta jeroan babi dicampuri dengan ANG CIU / Arak Anggur Merah.
  • Getas atau Keretek adalah makanan yang berbahan dasar ikan dan terigu yang buat dengan berbagi bentuk yang rasanya hampir sama dengan kerupuk.
  • Rusip adalah makanan yang terbuat dari bahan dasar ikan bilis yang dicuci bersih dan diriskan secara steril, kemudian dicampur dengan garam yang komposisinya seimbang. Di samping itu ditambahkan juga air gula kabung agar aroma lebih terasa, kemudian disimpan sampai menjadi matang tanpa proses pemanasan. Adonan ini harus ditutup dengan wadah yang rapat agar tidak tercampur dengan benda asing apapun. Dahulu biasanya proses adonan ini ditempatkan dalam guci yang bermulut sempit. Suhu ruangan harus dijaga. Makanan ini dapat dimasak dulu atau dimakan langsung dengan lalapan.
  • Calok

Terbuat dari udang kecil segar yang disebut dengan udang cencalo/rebon. Udang dicuci bersih dan dicampur dengan garam sebagai pengawet agar tahan lebih lama. sangat cocok untuk teman lauk nasi hangat dengan lalapan ketimun, tomat dan sayuran segar lainnya. Calok juga enak sebagai campuran omelete telur, rasanya akan lebih gurih dan nikmat.

Tetirip adalah sejenis tiram kecil yang biasanya hidup di tepi pantai dan melekat pada bebatuan. dagingnya sangat kecil tapi memiliki rasa da tekstur seperti tiram pada umumnya. biasanya dimakan segar atau di asinkan dengan garam jika ingin disimpan.Teritip sangat nikmat jika ditambahkan dengan cabe merah dan jeruk kunci (sejenis jeruk asam khas bangka).

Masyarakat keturunan Tionghoa dari daerah ini terkenal karena masakannya serta kue-kue basahnya. Mie BangkaMartabak Bangka atau Hok Lopan atau Van De CockCa Kwedan berbagai jenis makanan lainnya sering kali dijual oleh kelompok masyarakat ini yang merantau ke kota-kota besar di luar provinsi ini.

 

Tempat wisata

Pulau Bangka sangat terkenal dengan keindahan pantainya. Pada umumnya pantai di Bangka berpasir putih dan halus namun ada juga yang berwarna kuning keemasan seperti bulir padi. Pantainya landai dengan ombak lumayan besar dan dikelilingi oleh batu vulkanik yang unik dan indah. Beberapa pantai yang terkenal di Pulau Bangka antara lain:

Khusus Pulau Belitung merupakan pulau yang indah dengan pasir putih, pemandangan unik dengan pantai pasir putih yang asli dihiasi oleh batu-batu granit yang artistik dan air laut sejernih kristal dan dikelilingi oleh ratusan pulau-pulau kecil. Salah satu pantai terbaik dan unik di Indonesia, seperti:

Selain objek wisata pantai terdapat juga obyek wisata lainnya antara lain:

  • Pesanggrahan Bung Karno Bukit Menumbing
  • Wisma Ranggam Mentok
  • Rumah Mayor Mentok
  • Masjid Jami’ di Mentok
  • Tangga Seribu Mentok
  • Museum Timah Pangkalpinang
  • Masjid Jami’ Pangkalpinang
  • Perkampungan Cina Tradisional Simpang Gedong
  • Taman Pha Kak Liang di Belinyu
  • Kolam Pemandian Air Panas di Pemali
  • Vihara Dewi Kuan Im di Sungailiat
  • Lokasi Film Laskar Pelangi di Gantung
  • Vihara Budhayana Dewi Kwam In Damar
  • Bendungan Pice Gantung
  • A1 Bukit Samak Manggar
  • Museum Buding
  • Situs Raja Balok di Desa Balok Kecamatan Dendang
  • Perigi Belande Buding

Sumber referensi:

http://id.wikipedia.org/wiki/Kepulauan_Bangka_Belitung

http://merito.wordpress.com/2008/01/03/kebudayaan-dan-adat-istiadat-bangka/

 

Hakikat ilmu budaya dasar dan hubungan budaya dengan teknologi

Hakikat Ilmu Budaya Dasar

            Pada Hakikatnya ilmu budaya dasar adalah ilmu yang mempelajari dasar-dasar kebudayaan , dasar-dasar kebudayaan itu mencakup kesenian, bahasa, adat-istiadat, budaya daerah, budaya nasional.

Kajian ilmu budaya dasar semata-mata sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa ataupun mahasiswi dengan memperluas wawasan pemikiran dan wawasan pengetahuan terhadap budaya, maka untuk itu diperlukan teknologi untuk menjadi sarana dalam mengembangkan wawasan.

Hubungan Budaya dengan Teknologi

            Pada dasarnya kebudayaan yang telah ada menciptakan teknologi dengan hasil penelitian ilmiah yang terkandung pada budaya. Sehingga kebudayaan dengan teknologi mempunyai hubungan yang erat.

            Dapat dilihat secara  lebih mendetail bahwa suatu masyarakat bila di dalam tatanan nilai budayanya terdapat upaya untuk memahami struktur fenomena, proses memahami tersebut menuntut adanya tata-nilai yang menghargai keterbukaan dalam merumuskan pendapat dan mempertanyakan atau menguji suatu pendapat atau fenomena. Masyarakat dengan tata-nilai budaya tersebut menunjukan adanya kaitan antara tata-nilai dengan mengembangkan pengetahuan ilmiah.

            Teknologi adalah bagian dari himpunan informasi tentang ilmu atau pengetahuan ilmiah yang bersifat preskriptif (memberikan petunjuk atau resep tentang bagaimana membentuk, minciptakan, ataupun mengoperasikan suatu sistem).

 
 


Skema pola keterkaitan ilmu pengetahuan, teknologi, budaya , dan industrialisasiyang secara sinergi saling mendukung perkembanga ilmu pengetahuan dan teknologi

  Image       

 

          Pada Hakikatnya teknologi diciptakan untuk membantu dan memberikan kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan, baik untuk bekerja, berkomunikasi dan bahkan untuk mengatasi berbagai persoalan yang timbul di masyarakat. TIK juga menawarkan cara-cara baru dalam melakukan aktivitas aktivitas sehingga dapat mempengaruhi budaya masyarakat yang sudah tertanam sebelumnya.

            Jadi bagaimana TIK dapat mempengaruhi nilai-nilai yang telah tumbuh di masyarakat itu sangat tergantung dari sikap masyarakat tersebut. Sehingga masyarakat harus memiliki sifat selektif dan pada waktu yang bersamaan juga mempunyai sifat kritis terhadap TIK yang berkembang sangat pesat, sehingga semua manfaat positif yang terkandung di dalam TIK mampu dimanifestikan agar mampu membantu dan mempermudah kehidupan masyarakat, dan efek negatif dapat diminimalkan.

            Contoh nyata dalam hubungan kebudayaan dengan teknologi ialah Tv dan Internet menjadi media penyaluran budaya, seperti misalnya penyebaran gaya berpakaian, gaya berbicara anak muda yang menggunakan bahasa indonesia dicampur-campur dengan bahasa inggris yang ia dengar di tv, lagu-lagu di internet seperti misalnya Ok, No problem, dan Yes.

Dampak perkembangan IPTEK terhadap jati diri budaya bangsa

Perkembangan Teknologi informasi memang memberikan kesempatan untuk semua orang mengakses secara real-time sehingga di belahan dunia manapun tidak ada batasan manapun. Contohnya kita dapat mengakses tentang kebudayaan, atau peristiwa-peristiwa yang sedang terjadi di Amerika atau negara-negara lain hanya dengan menggunakan HP atau komputer yang memiliki jaringan Internet. Hal ini pula yang menyebabkan semakin banyaknya budaya yang masuk menggeser kebudayaan yang ada dan ini dikhawatirkan dapat menyebabkan jati diri dan budaya bangsa ikut terbawa arus. Namun hal ini dapat dicegah apabila kita mau melestarikan budaya yang ada pada bangsa kita.

Sumber referensi:

Http://adhietdoank.wordpress.com/2011/03/28/hubungan-antara-teknologi-dan-budaya/

Http://darwana70.wordpress.com/2008/06/23/pengaruh-teknologi-informasi-dan-komunikasi-tik-terhadap-budaya-bangsa/

Http://Softskilltask.blogspot.com/2011/03/hubungan-antara-kebudayaan.Html?m=1

Http://Tiaikhtiarna23.wordpress.com/201/10/11/tugas-2/

ilmu budaya dasar

ilmu budaya dasar

Pengertian manusia

Pengertian manusia berdasarkan ilmu ekstanta:

kimia        => manusia adalah kumpulan partikel yang membentuk suatu jaringan sistem.

Fisika       =>manusia adalah kumpulan dari sistem fisik yang saling terikat satu sama lain dan merupakan sebuah kumpulan dari energi.

Biologi     => manusia adalah makhluk biologis yang tersusun dari organ-organ penyusun tubuh dan          termasuk jenis makhluk hidup yang menyusui

 

Sedangkan berdasarkan ilmu sosial:

Ekonomi    => manusia adalah makhluk hidup yang penuh perhitungan antara untung dan rugi

Sosiologi   => manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri

Politik        => manusia adalah makhluk yang selalu ingin berkuasa

Filsafat      => manusia adalah makhluk yang berbudaya

 

Pengertian kebudayaan

Pengertian kebudayaan menurut asal katanya:

berasal dari bahasa sansekerta yaitu buddhayah yang merupakan bentuk jamak dari buddhi diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia

 

Pengertian kebudayaan menurut para ahli:

  • Melville J Herskovits dan Bronislaw Malinowski mengemukakan bahwa segala sesuatu yang terdapat dalam masyarakat ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri

 

  • Edward Burntett Tylor berpendapat kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat

 

  • menurut Selo Soemardjan dan SoelaimanSoemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat

 

Dari beberapa definisi tersebut maka dapat diperoleh perngertian mengenai kebudayaan yaitu sesuatu yang akan mempengaruhi tingkat pengtahuan dan meliputi sistem gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia, sehingga kebudaay itu bersifat abstrak.

 

Wujud dan Komponen Kebudayaan

Wujud kebudayaan dibedakan menjadi 3, yaitu:

  1. Ideal          : Kebudayaan berbentuk kumpulan ide-ide , gagasan, nilai-nilai, norma-norma, peraturan yang sifatnya abstrak.
  2. Aktivitas   : Suatu tindakan yang berpola dari manusia dalam masyarakat itu, wujud ini sering disebut dengan sistem sosial.. sifatnya konkret, terjadi dalam kehidupan sehari-hari dan dapat diamati dan juga didokumentasikan
  3. Artefak      : Wujud kebudayaan fisik yang berupa hasil dari aktivitas, perbuatan, dan karya semua manusia dalam masyarakat.

 

 

 

 

Komponen

Komponen berdasarkan wujudnya:

  1. Kebudayaan Material                    : mengacu padasemua ciptaan masyarakat yang nyata dan konkret.
    1. Kebudayan Nonmaterial          : ciptaan ciptaan abstrak yang diwariskan dari generasi ke generasi.
    2. Sistem Kepercayaan                      : Sistem kepercayaan atau keyakinan masyarakat.
      1. Estetika            : berhubungan dengan seni, kesenian, musik, cerita, drama, tari-tarian yang berkembang dalam masyarakat
      2. Bahasa : alat pengantar dalam berkomunikasi, setiap wilayah, bagian, negara mempunyai perbedaan yang sangat kompleks. Bahasa mempunyai sidat unik dan kompleks jika dipelajari dan dipahami kita dapat lebih baik dalam berkomunikasi sehingga dapat memperoleh nilai empati dan simpati dari orang lain.

 

Hubungan manusia dengan Kebudayaan

            Secara sederhana hubungan manusia dengan kebudayaan adalah manusia sebagai perilaku kebudayaan dan kebudayaan merupakan objek yang dilaksanakan manusia . Namun hubungan antara manusia dan kebudayaan tidak sesederhana itu, dalam sosiologi, manusia dan kebudayaan dinilai sebagai dwitunggal yang maksudnya bahwa walaupun berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan.

            Karena manusia menciptakan kebudayaannya sendiri dan setelah kebudayaan tercipta maka kebudayaan itu mengatur hidup manusia, contohnya dapat kita lihat manusia membuat peraturan-peraturan atau norma-norma dan peraturan atau norma itu mengatur hidup manusia. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa manusia tidak dapat dilepaskan dari kebudayaan, karena kebudayaan itu merupakan perwujudan dari manusia sendiri

            Dari sisi lain hubungan manusia dan kebudayaan dapat dipandang setara dengan manusia dengan masyarakat dinyatakan sebagai dialektis, yang artinya saling terkait satu dengan yang lain.

            Pada saat sekarang ini kita tidak dapat membedakan mana yang lebih awal antara manusia dengan kebudayaan.

 

 

Sumber Referensi:

http://galieh-inside.blogspot.com/2012/03/hubungan-manusia-dan-kebudayaan.html?m=1

http://id.m.wikipedia.org/wiki/budaya

http://abdirachmadi.blogspot.com/2012/03/hubungan-manusia-dan-kebudayaan.html?m=1